Rabu, 21 Maret 2012

dokumentasi dalam penelitian kualitatif

Universiti Technology Malaysia(UTM), Desember 2011

Kajian Analisis Dokumen Dalam
 Penelitian Kualitatif

Oleh:
SUPRIHATIN


ABSTRAK
Kaedah penyelidikan dalam kajian kualitaitif jenis-jenis pendekatan kualitatif terdiri daripada etnografi (ethnography), kajian kes (case studies), kajian dokumen/teks (document studies), observasi alami (natural observation), wawancara terpusat (focused interviews), fenomenologi (phenomenology), grounded theory, kajian sejarah (historical research). Namun dalam kajian ini lebih dipusatkan kepada dokumen analisis dalam kaedah kualitatif. Dokumen adalah suatu bentuk yang tertulis dan tidak tertulis seperti gambar, surat-surat, atau peraturan –peraturan yang kemudian dianalisis sedemikian rupa menjadi sebuah karya tulis. Dalam menganalisis sangat bervariasi mulai dari jurnal, surat kabar, buku, makalah seminar dan tesis. Dalam penulisan ini hanya memaparkan analisis jurnal tentang “European Journal of Social Sciences” yang diterbitkan tahun 2009.
 
LATAR BELAKANG
Penelitian kualitatif merupakan sebuah kaedah dalam kajian yang digunakan untuk mendedahkan permasalahan dalam kehidupan dan organisasi masyarakat oleh sebab itu dapat kita kenal dalam kajian terbahagi dua bentuk  yaitu bentuk kualitatif dan kuantitatif, yang mana bentuk kuantitaif  berkaitan dengan angka-angka dan statistik sedangkan penelitian kualitatif  bersifat mendiskripsikan hasil dari kajian  atau  istilah lain bersifat naratif.  Menurut  Sugiono,
( 2007 : 238 ) “ Masalah dalam kajian kualitatif bersifat sementara, tentative dan akan berkembang atau berganti setelah peneliti berada di lapangan”. Untuk itu di dalam penelitian kualitatif harus mempunyai bukti pembualan responden atau bukti-bukti yang menguatkan hasil penelitian karena dalam penulisan kualitatif banyak mengalami halangan yang  tidak sesuai apa yang penyelidik kehendaki. Seperti yang di katakan oleh Barton dan Lazarsfeld dalam  Azizi Yahaya (2007:104) pendekatan kualitatif adalah seperti jaring yang dibentangkan ke laut oleh nelayan laut dalam. Tingkat kesulitan dalam pendekatan kualitatif sedikit tinggi karena fakta itu suka berubah-rubah, jadi untuk mendalaminya kita harus mengambil beberapa sumber sebagai perbandingan dengan sumber yang awal.
Untuk kejelasannya pendekatan kualitatif dalam penyelidikan selalu digunakan oleh penelitian IPS (ilmu pengetahuan social) misalnya sejarah, sosiologi, antropologi dan sebagainya. Didalam kajian IPS penelitian kualitatif mencari sumber berdasarkan kehidupan yang nyata sesuai dengan apa yang kita dapat dari kajian tersebut, yang selalu  menjadi persoalan mengapa terjadi, bagaimana boleh terjadi dan apa yang membuat itu boleh terjadi? Dan  jawaban berupa hasil soalan tersebut yang kemudian dikembangkan oleh si penyelidik. Seperti pendapat Finlay,2006, dalam artikel Anis Chairiri bahwa penelitian kualitatif adalah berasaskan kepada konsep “going exploring” yang melibatkan in-depth and case oriented  study atas sejumlah kes atau kes perseorangan.
Penelitian kualitatif memiliki kaedah pendekatan yang dijadikan panduan untuk melakukan kajian yaitu  kaedah wawancara, observasi partisipasi, kajian dokumentasi etnografi dan sebagainya. Menurut Mudjia Rahardjo:2010 mengatakan bahawa jenis-jenis pendekatan kualitatif terdiri daripada etnografi (ethnography), kajian kes (case studies), kajian dokumen/teks (document studies), observasi alami (natural observation), wawancara terpusat (focused interviews), fenomenologi (phenomenology), grounded theory, kajian sejarah (historical research). Maksudnya dengan  menggunakan  jenis ini  penyelidik langsung mendapatkan data yang dikehendaki dari responden.
Kaedah ethnografi, yang mana penyelidik meneliti tentang perilaku masyarakat yang mempunyai kebudayaan yang tinggi karena dalam jenis ini penyelidik menggunakan masa yang cukup lama untuk melakukan penyelidikan dilapangan baik dengan cara wawancara maupun observasi lapangan. Berbeza dengan jenis kajian kes iaitu kajian yang mendalam tentang individu atau kelompok dalam suatu aktiviti tertentu, namun dengan jenis ini diharapkan penyelidik mencari teori tentang peristiwa yang ia teliti. Kajian wawancara, penyelidik langsung menemubual nara sumber-sumber yang menjadi pelaku dalam kajian tersebut atau selalu dikatakan data primer yang mana orang yang benar-benar mengalami sendiri peristiwa tersebut boleh juga menggunakan data sekunder (orang yang melihat dan menjadi saksi peristiwa itu berlaku). Sedangkan observasi partisipasi, penyelidik ikut di dalam  bahan  kajian tersebut dan  ia mengetahui secara langsung bagaimana peristiwa atau  masalah  itu berlaku karena penyelidik itu sendiri yang mengalaminya, pengalaman  itu dicatat dan dibuat seperti laporan kemudian dikembangkan berdasarkan apa yang ia perolehi. Dan  studi dokumentasi, banyak para penyelidik melupakan betapa besar pengaruh dokumentasi didalam  kajian, dokumentasi itu boleh berupa foto-foto, surat, surat kabar, buku-buku, naskah, artikel,catatan harian dan arsip-arsip yang lain dianggap penting bagi penyelidik. Dan observasi alami merupakan jenis pengamatan yang dilakukan secara alami maksudnya peneliti betul-betul melihat dan mencatat sesuai yang ia lihat tanpa ditambah-tambah dengan tujuan dapat mengamati dan memahami perilaku objek yang dikaji, penyelidik menggunakan kamera tersembunyi dan instrument soalan.
            Dengan adanya jenis-jenis kajian diatas dapatlah mempermudah penyelidik melakukan penelitian kualitatifnya. Disini kita ketahui bahawa dengan cara kualitatif penyelidik banyak menggunakan argumentasi dan wacana dalam penulisan sehingga pembaca betul-betul merasai, yang berada di dalam naratif tersebut. Dalam penelitian kualitatif, banyak digunakan penyelidik yaitu kaedah wawancara, observasi partisifasi, dan dokumen analisis. Dalam assignment ini lebih difokuskan kepada dokumen analisis dalam peneltian kualitatif.                   

MACAM-MACAM JENIS DOKUMEN
Berdasarkan pengertian diatas boleh kita melihat bahan-bahan dokumenter, para ahli membahagikan dokumen didalam beberapa jenis iaitu : 1) Menurut Bungin (2008; 123); dokumen-dokumen pribadi dan dokumen-dokumen rasmi. Dokumen pribadi adalah catatan seseorang secara tertulis tentang tindakan, pengalaman, dan kepercayaannya. Berupa buku harian, surat pribadi, & autobiografi. Dokumen Rasmi terbagi dua: pertama intern; memo, pengumuman, instruksi, aturan lembaga untuk kalangan perseorangan, laporan rapat, keputusan pimpinan, konvensi; kedua ekstern; majalah, buletin, berita yang disiarkan ke surat kabar, pemberitahuan. 2)  Menurut Sugiyono (2005; 82), berbentuk tulisan, gambar dan karya. Dapat dilihat melalui bentuk tulisan, seperti; catatan harian, life histories, ceritera, biografi, peraturan, polisi, dan lain-lain. Bentuk gambar, seperti; gambar hidup, sketsa, dan lainnya. Bentuk karya, seperti; karya seni berupa gambar, patung, filem, dan lain-lain. 3) Menurut E. Kosim (1988; 33) jika diandaikan dokumen itu merupakan sumber rekord tertulis, maka terbagi dalam dua kategori yaitu sumber rasmi dan tak rasmi. Sumber rasmi merupakan dokumen yang dibuat/dikeluarkan oleh agensi/perorangan atas nama lembaga. Ada dua bentuk yaitu sumber rasmi formal dan  informal. Sumber tidak rasmi, merupakan dokumen yang dibuat/dikeluarkan oleh individu tidak atas nama lembaga. Ada dua bentuk yaitu sumber tak rasmi formal dan informal.

KEBERADAAN KAJIAN DOKUMEN DALAM PENELITIAN KUALITATIF
Analisis dokumen merupakan salah satu dari kaedah kualitatif, namun  para menyelidik lebih suka menggunakan kaedah kuantitatif. Dalam penggolahan data lebih mudah dan simple karena berhubungan dengan angka-angka dan kepastian dalam penulisan, sedangkan dalam penulisan kualitatif lebih kepada argumentasi, naratif dan imajinatif penulis berdasarkan apa yang diteliti. Didalam penulisan kita mengambil pengertian dokumen, apakah dokumen itu? Dokumen merupakan bahan-bahan tertulis yang telah lama diarsipkan dan kemudian dijadikan sumber penelitian bagi penyelidik, Kata dokumen berasal dari bahasa latin yaitu docere, yang berarti mengajar. Pengertian dari kata dokumen ini menurut Louis Gottschalk (1986; 38) membagi dua pengertian dokumen iatu yang pertama sumber tertulis sebagai informasi sejarah atau kebalikan dari informasi lisan seperti artefak, prasasti dan peninggalan-peninggalan arkeologis. Yang kedua diperuntukan surat-surat resmi atau surat-surat Negara seperti surat perjanjian, hibah dan sebagainya.
Dalam kajian kualitatif dokumen diperlukan sebagai sumber, sejak bila dokumen itu pertama kali muncul, apa keperluannya dalam aktiviti dan bagaimana dokumen itu dibuat, semua itu diperlukan kaedah penelitian kualitatif bukan kuantitatif. Untuk itu para ahli mencari jawaban atas peninggalan-peninggalan dokumen agar dapat dianalisis ke asliannya. Didalam kajian kualitatif banyak menggunakan manusia atau human resources sebagai bahan penyelidikan, sedangkan yang menggunakan bahan bukan manusia disebut human non resources, itulah yang kita namakan dokumen. Menurut Sugiyono (2005; 83) kajian dokumen merupakan pelengkap dari penggunaan kaedah observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif. Bahkan pengiktirafan hasil penelitian kualitatif ini akan semakin tinggi jika melibatkan / menggunakan kajian dokumen ini dalam kaedah penelitian kualitatifnya hal serupa diungkapkan oleh  Bogdan (seperti dikutip Sugiyono) “in most tradition of qualitative research, the phrase personal document is used broadly to refer to any first person narrative produce by an individual which describes his or her own actions, experience, and beliefs”.  
Penyelidik mengumpulkan data melalui observasi ditempat kejadian diambil dokumennya seperti gambar ataupun surat-surat yang dianggap perlu bagi penyelidik. Kajian dokumen merupakan sarana pembantu penyelidik dalam mengumpulkan data atau informasi. dengan cara membaca surat-surat, ikhtisar,  buku harian dan yang dianggap berhubungan dengan kajian. Dalam kajian dokumen tidak banyak melibat kepada manusia karena tidak mengganggu suasana penyelidikan. Menurut Gumilar (2005: 60) dalam jurnalnya adalah data yang ada dalam penelitian kualitatif bersifat “lunak”, tidak sempurna, immaterial, kadangkala kabur dan seorang penyelidik kualitatif tidak akan pernah mampu mengungkapkan semuanya secara sempurna. Disini dapat dilihat kelemahan dari kaedah kualitatif dengan sumber diperoleh belum cukup dikatakan sesuai dengan kaedahnya, namun kelebihannya kaedah kualitatif memiliki “menemukan (discocery), makna (meaning) dan pemahaman (understanding)” http://adzelgar.wordpress.com/2009/02/02/studi-dokumen-dalam-penelitian-kualitatif

KAJIAN ANALISIS DOKUMEN
Dalam kajian analisis dokumen penyelidik, penggunakan dokumen selalu dikait hubungkan dengan analisis isi. Cara menganalisis isi dokumen dengan memeriksa dokumen secara teratur dan rapi bentuk-bentuk perkataan yang dimasukan ke dalam data secara obyektif. Kajian isi atau content analysis document ini didefinisikan oleh Berelson yang dikutip Guba dan Lincoln, sebagai teknik penyelididkan untuk keperluan mendeskripsikan secara objektif, sistematis dan kuantitatif tentang manifestasi komunikasi. Sedangkan Weber menyatakan bahwa kajian isi adalah metodologi penelitian yang memanfaatkan seperangkat prosedur untuk menarik kesimpulan yang sahih dari sebuah buku atau dokumen. Definisi lain dikemukakan Holsti, bahwa kajian isi adalah teknik apapun yang digunakan untuk menarik kesimpulan melalui usaha menemukan karakteristik pesan, dan dilakukan secara objektif, dan sistematis (Moleong, 2007; 220). Dalam mengumpulkan bahan dokumen dengan cara harus sistematis dan generalisasi.
Dalam makalah berjudul Qualitative Content Analysis karya Philipp Mayring (yang dikutip Moleong, 2007; 222) dijabarkan ide dasar analisis konten dalam bidang komunikasi yang didasarkan atas empat hal iaitu 1) Menyesuaikan materi ke dalam model komunikasi. 2)  Aturan analisis; materi yang dianalisis secara bertahap mengikuti aturan prosedur, yaitu membagi materi ke dalam satuan-satuan. 3) Kategori adalah pusat dari analisis. Aspek-aspek  interpretasi teks mengikuti pertanyaan penelitian, dimasukan ke dalam kategori. Kategori ini ditemukan dan perbaharui di dalam proses analisis dan 4) Kriteria kredibilitas dan validitas.

Dalam kaedah sejarah, pembahasan mengenai analisis dokumen bagian yang penting yang akan dipertaruhkan kebenarannya dari hasil penelitian sejarah. Oleh karenanya pembahasan kajian isi ini memiliki segmen khusus dalam pembahasan dan penggunaannya. Adapun yang terpenting dari kajian isi ini berkaitan dengan kritik intern (kredibilitas) dan kritik ekstern (otentisitas) sumber data. G.J. Renier (1997; 115) mencoba memberikan gambaran mengenai perbezaan kritik intern dan ekstern ini dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan yang biasa dipakai oleh kedua bentuk kritik tersebut. Dalam kritik ekstern pertanyaan yag dimunculkan berupa; Apakah jejak yang saya yakini ini ada?, Apakah yang diceritakannya kepada saya, dan apa yang dituntutnya itu ada?, Dalam bentuk bagaimana dia menulisnya?,  lalu setelah pertanyaan tersebut coba dikaji dan dianalisis, maka pertanyaan selanjutnya adalah; Dapatkah saya mempercayai pesan yang ada di dalam jejak ini untuk saya pergunakan? Apakah benar-benar kesudahan dari serangkaian peristiwa-peristiwa yang dalam pengamatan pertama, kemunculannya ada? Atau Adakah disekitarnya suatu serangkaian yang kurang jelas?, untuk menjawab pertanyaan tersebut maka diterapkan kritik intern.
Menurut Kuntowijoyo (1995; 99) sederhananya kritik ekstern (masalah otentisitas) itu mencoba mengkaji suatu dokumen untuk membuktikan keaslian sumbernya, yaitu dengan meneliti bagaimana kertasnya, tintanya, gaya tulisannya, bahasanya, kalimatnya, ungkapannya, kata-katanya, hurufnya, dan semua penampilan luarnya, untuk mengetahui otentisitasnya. Jika masalah otentisitas telah diverifikasi, selanjutnya peneliti melakukan uji kredibilitas (kritik intern), apakah dokumen tersebut dapat dipercaya?. Hal ini dilakukan dengan cara melakukan komparasi mengenai informasi yang tertuang di dalam dokumen tersebut dengan data lain yang memiliki kesamaan waktu dan tempat peristiwa.

CONTOH ANALISIS DOKUMEN
Untuk lebih jelasnya, kita ambil satu contoh jurnal dan kemudian di analisis berdasarkan pemikiran. Jurnal itu berjudul : European Journal of Social Sciences – Volume 8, Number 2 (2009) 266 Uncovering Malaysian Students’ Motivation to Learning Science Othman Talib Universiti Putra Malaysia (UPM) E-mail: ot@educ.upm.edu.my. Setelah dibaca dan dipahami isi jurnal, penyelidik dapat membuat analisis dokumennya seperti yang tertera dibawah ini:
Tajuk
Mendedahkan Motivasi Pelajar Malaysia Pada Pembelajaran Sains
Objektif Kajian
·       Mengenalpasti aspek-aspek yang mendasari motivasi pelajar untuk belajar sains.
·       Menggariskan profil dari petunjuk prestasi utama ke arah pembelajaran sains yang berjaya
Persoalan Kajian
·       Apakah faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi pelajar sains yang baik dalam mata pelajaran sains?
·       Bagaimanakah faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi pelajar dalam mata pelajaran sains?
Rasional Kajian
·       Amalan sistem terbuka dalam sistem pendidikan Malaysia di peringkat menengah atas menyebabkan banyak kemasukan pelajar yang mengambil mata pelajaran berasaskan seni, padahal pelajar tersebut layak untuk masuk ke dalam mata pelajaran sains.
·       Di sisi lain, ada pelajar-pelajar yang bercita-cita tinggi untuk meneruskan pada mata pelajaran sains, namun mereka tidak memenuhi syarat-syarat untuk itu.
·       Kajian terdahulu oleh Weiner (1979, 1994); Hicks dan Nabilah (1998) telah menunjukkan bahawa pemahaman bagaimana pelajar menyifatkan kegagalan dan ketidakupayaan untuk prestasi yang baik dalam mata pelajaran sains akan dapat membantu untuk guru-guru apabila dicoba untuk memberi motivasi kepada pelajar-pelajar mereka. Dalam kajian itu, pelajar menjadi hilang minat dalam mata pelajaran apabila mereka berpikiran lemah tentang prestasi sains dalaman dan akan menemukan sebenarnya punca kesukaran di tempat lain.
Rekabentuk Kajian
·       Kajian ini merupakan kajian kes yang menggunakan kaedah kualitatif dengan pendekatan temubual secara mendalam kepada tiga kumpulan, iaitu pelajar, guru-guru dan pensyarah-pensyarah yang sudah berpengalaman dalam mengajar selama lebih daripada 10 tahun. Reka bentuk kajian kes ini dipilih untuk membolehkan penyelidik memahami secara mendalam tentang penyiasatan pelbagai faktor-faktor dalam dan luaran yang menyumbang ke arah prestasi yang lebih baik dalam pembelajaran sains dan untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi pelajar Malaysia dalam bidang sains melalui pengenalan dan pembangunan profil pelajar sains yang baik tanpa mengira cara pengajaran sains dibawa keluar.
Sorotan Kajian
·       Pembelajaran Sains
·       Menurut Huffaker dan Calvert (2003), pembelajaran sains merupakan pembelajaran yang melibatkan keaktifan pelajar di mana pelajar mendapatkan pengetahuan berdasarkan pengalaman sendiri.
·       Motivasi adalah sokongan yang datang daripada dalam atau luar diri yang memberi semangat dalam melakukan sesuatu, di mana menurut Huffaker dan Calvert (2000),
Persampelan, Sumber Data dan Kaedah
·       Kumpulan pertama iaitu sebanyak 25 pelajar yang mengambil kursus-kursus sains daripada dua institusi pengajian tinggi. Mereka berumur antara 18-19 tahun yang mendapatkan gred A1 dan A2 dalam mata pelajaran Kimia, Fizik, dan Biologi, serta pada mata pelajaran lain.
·       Kumpulan kedua adalah guru-guru sains di Sekolah Kebangsaan Malaysia yang mempunyai lebih daripada 10 tahun pengalaman mengajar.
·       Kumpulan ketiga adalah pensyarah-pensyarah yang terkenal dalam bidang pendidikan sains yang berpengalaman lebih daripada 10 tahun dalam mengajar.
Isu-isu Etika
·       Bahasa
Penyelidik menyediakan maklumat lengkap dengan bahasa yang mudah dimengerti.
·       Perasaan Responden
Penyelidik menyediakan soalan-soalan yang sifatnya tidak memalukan responden dan memberikan masa yang cukup kepada responden untuk menjawab soalan-soalan tersebut.
·       Etika dalam Semua Peringkat Kajian
Penyelidik tepat memilih permasalahan kajian sesuai dengan kaedah penyelidikan, pengumpulan data, pengambilan sampel dan dalam melaporkan kajian.
·       Tahap Pendidikan Responden
Penyelidik tepat mengambil kira jenis soalan-soalan yang diberikan kepada responden sesuai tahap pendidikannya.
·       Menjaga Kerahsiaan Responden
Penyelidik tidak menyebut nama saat melakukan temubual dengan responden, sehingga dapat dikatakan bahawa penyelidik dapat menjaga kerahsiaan daripada respondennya.

Dengan adanya contoh diatas, penyelidik harus membaca, mengerti, dan menuangkan kembali dalam bentuk pemikirannya dengan begitu akan mencipatkan suatu inovasi dan teori yang baru berdasarkan analisis dokumen. Sebenarnya banyak yang ingin disampaikan dalam penyelidikan kualitatif sebab dalam penulisan ini penyelidik harus banyak mencari sumber bacaan dan pemikiran para ahli yang mendukung dalam penulisan.

 
KESIMPULAN

            Dengan adanya pendekatan kualitatif sebagai kaedah penelitian, penyelidik dapat melakukan penyelididkan sesuai dengan bidangnya. Sebenarnya ada perpaduan kaedah penelitian yang kita lebih dikenal dengan mix penyelidikan yang terdiri kajian kualitatif dan kuantitatif. Dapatlah kita bezakan jenis-jenis pendekatan kualitatif terdiri daripada etnografi, kajian kes, kajian dokumen/teks, observasi alami wawancara terpusat), fenomenologi, dan kajian sejarah. Dalam kajian kualitatif penyelidik memperoleh data berdasarkan data primer dan data sekunder. Data ini dapat membantu penyelidik membuat kajian secara mendalam. Dalam kajian analisis dokumen memiliki dua cara untuk mendapat hasil yang baik iaitu secara instrinsik dan ekstrinsik. intrinsik yang dianalisis isi dari temuan yang didapati oleh penyelidik sedangkan ekstrinsik adalah kajian yang dilakukan dari luaran sahaja misalnya kertasnya, tintanya, waktu penulisannya dan sebagainya.
            Analisis dokumen dalam contoh sebuah jurnal terdiri dari tajuk, objek, rasional, persoalan kajian, rekabentuk, sorotan dan issu dalam kajian. Dengan adanya dapat dilihat bagaiamana penggunaan bahasa dan apa yang harus dilakukan setelah menganalisis dokumen tersebut. Dalam sebuah Negara dokumen itu seperti surat-surat penting, berita acara dan sebagainya. Untuk memastikan keasliannya maka perlu dianalisis sesuai dengan perkembangan saat itu, dengan begitu penyelidik mendapati kebenarannya.
           
 









RUJUKAN



Anis Chairiri, 2009. Artikel landasan fisafat dan metode penelitian kualitatif.  Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro.

Azizi yahaya, dkk. (2007). Menguasai penyelidikan dalam  pendidikan. Malaysia: PTS Professional sdn.Bhd.

Bungin, M. Burhan. 2008. Penelitian Kualitatif; Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta: Kencana.

DanuWira Pangestu danu_wira@yahoo.com ATAU  www.bangdanu.wordpress.com  Komunitas Learning IlmuKomputer.Com 1 Copyright © 2003-2008 IlmuKomputer.Com

Kosim, E. 1988. Metode Sejarah; Asas dan Proses. Bandung: Jurusan Sejarah UNPAD (untuk kalangan sendiri

Gottschalk, Louis. 1986. Understanding History; A Primer of Historical Method (terjemahan Nugroho Notosusanto). Jakarta: UI Press.

Gumilar Rusliwa Somantri. Memahami Metode Kualitatif. Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia, Depok 16424, Indonesia jurnal Makara, Sosial Humaniora, Vol. 9, No. 2, Desember 2005: 57-65 5757


Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si. (2010).  Jenis dan Metode Penelitian Kualitatif 
Sugiyono. 2005. Memahami Penelitian Kualitatif.  Bandung: ALFABETA
Moleong, Lexy J. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif.  Bandung: Remaja Rosda Karya.


Renier, G.J. 1997. History its Purpose and Method (terjemahan Muin Umar). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Kuntowijoyo. 1995. Pengantar Ilmu Sejarah.  Yogyakarta: Bentang Budaya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar